Friday, 31 July 2015

Thalasemia: Suatu Penyakit Genetik Yang Fatal

Thalasemia merupakan salah satu jenis anemia hemolitik dan merupakan penyakit keturunan yang diturunkan secara autosomal yang paling banyak dijumpai di Indonesia. Enam sampai sepuluh dari setiap 100 orang Indonesia membawa gen penyakit ini. Kalau sepasang dari mereka menikah, kemungkinan untuk mempunyai anak penderita talasemia berat adalah 25%, 50% menjadi pembawa sifat (carrier) talasemia, dan 25% kemungkinan bebas talasemia. Sebagian besar penderita talasemia adalah anak-anak usia 0 hingga 18 tahun.

Klasifikasi?

Anafilaksis: Sudden Death melawan Kesigapan

Anafilaksis merupakan suatu reaksi alergi berat yang terjadi tiba-tiba dan dapat menyebabkan kematian. Anafilaksis biasanya ditunjukkan oleh beberapa gejala termasuk di antaranya ruam gatal, Vasokontriksi, dan tekanan darah rendah. Reaksi ini umumnya disebabkan oleh gigitan serangga, makanan, dan obat. Anafilaksis terjadi karena adanya pelepasan protein dari sel mast. Protein ini merupakan senyawa yang dapat memicu reaksi alergi atau menyebabkan reaksi lebih berat. Pelepasan

Kemoterapi: Titik Awal Kemenangan Akan Kanker

Kemoterapi adalah penggunaan zat kimia untuk perawatan penyakit. Dalam penggunaan modernnya, istilah ini hampir merujuk secara eksklusif kepada obat sitostatik yang digunakan untuk merawat kanker.

Kemoterapi Untuk Kanker?
Pengobatan kanker dewasa ini hampir selalu melibatkan operasi, penyinaran atau kemoterapi. Tujuan kemoterapi pada

Tuesday, 7 July 2015

Uji Stress-Apa, Siapa, dan Kapan

Uji stress, atau uji olahraga bertahap, terutama dilakukan untuk membantu dalam diagnosis atau kuantifikasi penyakit jantung atau paru serta untuk mengevaluasi kapasitas fungsional pada orang asimtomatik. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan di treadmill bermotor atau ergometer sepeda (sepeda statis dengan resistensi yang bervarisasi). Intensitas beban kerja disesuaikan secara progresif meningkatkan kecepatan dan kemiringan treadmill atau dengan meningkatkan frekuensi dan resistensi speda statis. Uji dimulai dari intensitas rendah dan dilanjutkan hingga beban-kerja tertentu dicapai, gejala fiiologik muncul, atau subjek terlalu lelah untuk melanjutkan pemeriksaan.

Monday, 6 July 2015

OLAHRAGA AEROBIK: Untuk Apa dan Seberapa Banyak?

Olahraga Aerobik melibatkan kelompok otot besar dan dilakukan pada intensitas yang cukup rendah untuk jangka waktu yang ama sehingga sumber-sunber bahan bakar dapat diubah menjadi ATP dengan menggunakan siklus asam sitrat dan fosfolirasi oksidatif sebagai jalur metabolik utama. Olahraga Aerobik dapat diteruskan dari 15 hingga 20 menit hingga beberapa jam setiap kalinya. Aktivitas berdurasi singkat dengan intensitas tinggi, misalnya angkat beban dan lari cepat 100 meter, yang berlangsung dalam hitungan detik dan semata-mata bergantung pada energi yang tersimpan di otot dan glikolisis, merupakan bentuk olahraga anaerobik.

Naik-Turun Hipertensi dan Olahraga


Ketika tekanan darah naik, salah satu cara untuk menurunkannya adalah dengan meningkatkan aktivitas fisik. Studi-studi menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam aktivitas Aerobik melindungi tubuh dari Hipertensi. Selain itu, olahraga dapat digunakan sebagi terapi untuk mengurangi hipertensi yang telah terbentuk.

Pada pasien dengan hipertensi berat tersedia obat-obat antihipertensi untuk menurunkan tekanan darah tetapi kadang-kadang

Makan Prapertandingan: Apa yang Masuk dan Apa yang Keluar?


Banyak pelatih dan atlit sangat mempercayai ritual makanan sebelum pertandingan. Sebagai contoh, suati tim sepakbola selalu memakan steak sebelum bertanding. Atlet lain mungkin menambahkan pisang dalam santapan sebelum bertanding. Apakah ritual ini bermanfaat.
Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menentukan efek makanan sebelum bertanding pada prestasi atletik. Meskipun penelitian laboratorium membuktikan bahwa bahan-bahan tertentu misalnya kafein bisa